-->

Minggu, 26 Februari 2012

Hindari Penyakit dengan Jalan Kaki

image TAK hanya membakar kalori atau melangsingkan tubuh, jalan kaki memiliki beragam manfaat lain. Tubuh sehat pun bisa diperoleh tanpa mengharuskan Anda membeli peralatan tertentu atau menyewa trainer professional. Untuk itu, Anda hanya perlu meluangkan waktu.
Jalan kaki disertai diet bisa mengurangi kemungkinan seseorang terkena diabetes, bahkan pada mereka yang berisiko sekalipun. Itu berdasarkan kesimpulan penelitian terbaru oleh Lembaga Nasional Untuk Diebetes, Penyakit Ginjal, dan Percernaan Amerika Serikat.
Penelitian selama tiga tahun ini melibatkan 3.234 sukarelawan berbobot tubuh di atas rata-rata dengan risiko diabetes. Mereka yang terdiri dari orang Afro-Amerika, Hispanik, Asia dan Indian melakukan diet dan jalan kaki. Hasilnya, dengan mengurangi 5-7 persen bobot tubuh disertai jalan santai 30 menit sehari, kemungkinan terserang diabetes berkurang hingga 58 persen.
Jalan kaki yang dimaksud adalah jalan kaki secara cepat dan tergopoh-gopoh. Berjalan kaki 30 menit sehari juga dapat mengurangi metabolic syndrome, salah satu penyebab tingginya risiko terkena penyakit jantung, diabetes, dan stroke. Demikian hasil studi Duke University Medical Center.
Sebuah penelitian di Inggris pun menyebutkan bahwa berjalan kaki selama setengah jam sehari dapat mengurangi bahaya penyakit jantung sebesar 11%, terutama bagi perempuan.
Journal of the American Medical Association menyebutkan, berjalan kaki beberapa jam dalam sepekan bisa mengurangi risiko terkena kanker payudara. Aktivitas ini membuat lemak pada perempuan berkurang dan menjadi sumber estrogen.
Tak hanya itu, gerak badan dan berjalan kaki cepat dapat memperlambat proses osteoporosis. Tentu saja tetap dibarengi kecukupan kalsium dan vitamin D. Berjemurlah sekitar 15 menit di bawah matahari pagi, sembari berjalan kaki agar terbebas dari pengeroposan tulang.
(@y/berbagai sumber/CN16)

Tomat, si Mungil Kaya Manfaat

TOMAT selain dimanfaatkan sebagai pelengkap masakan juga memiliki beragam khasiat untuk kesehatan. Si mungil dengan warna merah atau orange kehijauan ini kaya akan kandungan vitamin A dan C yang baik untuk tubuh. Dari bermacam jenis tomat, jenis tomat buah lah yang paling baik dikonsumsi. Berbeda dengan sayuran lain, kandungan manfaat tomat tidak akan berkurang jika dimasak. Justru disarankan agar mengonsumsi tomat dengan cara diolah terlebih dulu. Zat-zat yang terkandung dalam tomat dapat menghancurkan radikal debas dalam masakan. Lycopene yang dikeluarkan tomat juga akan lebih banyak setelah diolah.
Kandungan lycopene ini dapat mencegah kerusakan sel sebagai pemicu kanker leher rahim, kanker prostat, kanker perut dan kanker pankreas. Selain itu dapat mengobati ganguan pencernaan, diare, memulihkan fungsi lever dan serangan empedu. Gel berwarna kuning pada biji tomat dapat mencegah penggumpalan dan pembekuan darah penyebab stroke dan penyakit jantung.
Namun perlu diingat, mengonsumsi tomat yang dicampur dalam masakan bersama lemak dan gula secara berlebihan, tidak baik bagi kesehatan.
Khasiat tomat lainnya yakni untuk kecantikan, seperti mengobati jerawat, menghaluskan wajah, mengurangi komedo juga mencerahkan kulit. Caranya sebagai berikut:
Mengobati jerawat. Rebuslah sebuah tomat, lalu potong-potong. Gosokkan potongan tomat pada bagian wajah yang berjerawat. Diamkan sepuluh menit, bilas wajah dengan air. Lakukan rutin hingga jerawat menghilang.
Untuk menghaluskan wajah, Anda cukup mengoleskan perasan air tomat pada wajah. Sedangkan untuk mencerahkan kulit wajah, dengan cara mengoleskan tomat yang telah dihancurkan.
Tomat juga bermanfaat mengurangi komedo. Caranya, haluskan tomat lalu campur dengan madu. Oleskan campuran itu pada wajah dan diamkan selama 15 menit. Bilas dengan air hangat.
(@y/CN16)
KENALI STROKE SEJAK DINI



Stroke adalah penyakit yang disebabkan oleh adanya gangguan pada pembuluh darah otak. Gangguan tersebut dapat berupa sumbatan dan robeknya pembuluh darah otak tersebut.

Saat ini stroke merupakan penyebab kecacatan nomor satu dan penyebab kematian nomor tiga, sesudah penyakit jantung dan kanker. Karena itu sangat penting untuk mengenal secara dini gejala dan faktor penyebab terjadinya stroke.

Seperti disebutkan di atas, stroke bisa dibedakan menjadi dua jenis berdasarkan penyebabnya, yakni akibat sumbatan pembuluh darah (Iskemik Stroke) dan perdarahan (Hemoragik Stroke).

Menyangkut Iskemik Stroke, Dr Yusak MT Siahaan SpS dari Siloam Gleneagles Hospital Lippo Karawaci (SGHLK) memberikan ilustrasi pada kehidupan sehari-hari, khususnya menyangkut bekuan darah yang penting bagi kehidupan.

Apabila kita mengalami perdarahan karena luka, maka bekuan darah akan mengurangi, bahkan terkadang menghentikan perdarahan. Pada keadaan stroke, bekuan darah dapat mengeblok pembuluh darah dan menghambat aliran darah. Proses demikian disebut iskemik. Stroke iskemik dapat terjadi melalui dua cara, yaitu embolik dan trombotik

Embolik stroke adalah suatu bekuan darah terbentuk dari bagian tubuh yang lain (terutama jantung) dan berjalan mengikuti aliran darah ke otak. Bila melalui pembuluh darah otak yang kecil, bekuan tersebut akan berhenti dan memblokir aliran darah sehingga menyebabkan stroke. Sedangkan pada trombotik stroke, aliran darah terganggu oleh blokade satu atau lebih pembuluh darah otak. Proses blokade itu disebut trombosis karena bekuannya dinamakan thrombus

Bekuan darah tersebut juga dapat disebabkan oleh pembuluh darah yang tidak sehat, misalnya adanya penumpukan lemak dan kolesterol.

Kemudian menyangkut hemoragik stroke, dokter Yusak menyatakan stroke tipe ini terjadi akibat pecah atau robeknya pembuluh darah otak. Perdarahan tersebut dapat disebabkan oleh gangguan pada pembuluh darah, misalnya hipertensi yang sudah berlangsung lama dan aneurisma.

Aneurisma adalah keadaan dimana dinding pembuluh darah menipis, yang umumnya sudah ada sejak lahir. Aneurisma umumnya tidak memberikan gejala sampai aneurisma tersebut robek. Stroke akibat robeknya aneurisma disebut subarahnoid, sedangkan stroke akibat hipertensi dinamakan intraserebral.

Dari beberapa penelitian klinis dan statistik diketahui adanya sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya stroke. Beberapa faktor risiko tersebut dapat dikontrol atau dimodifikasi.

Semakin banyak faktor risiko yang kita miliki, makin besar kemungkinan kita terkena stroke.

Faktor yang dapat dikontrol adalah tekanan darah tinggi, merokok, kadar kolesterol dan trigliserida darah, diabetes melitus, atrial fibrilasi, penyakit jantung lainnya (Cardiomiopati, Kelainan Katup), penyakit pembuluh darah tepi, penyakit darah tertentu (HB tinggi, penyakit Sickle Sel), obesitas (kegemukan), peminum alkohol yang berat, serta serangan iskemik sepintas.

Sedangkan faktor yang tidak dapat dimodifikasi adalah usia lanjut, jenis kelamin, ras, serta riwayat menderita stroke sebelumnya.

Untuk mencegah stroke, paling tidak ada 10 langkah yang bisa dilakukan:
  1. Kenali tekanan darah Anda.
    • Hipertensi adalah penyebab utama stroke.
    • Cari tahu berapa tekanan darah Anda.
    • Apabila tekanan darah selalu >135/>85, datangi dokter.
    • Apabila dokter memastikan bahwa kita menderita hipertensi, ia akan merekomendasikan diet, latihan, dan terapi.
  2. Apakah Kita mempunyai gangguan Atrial Fibrilasi.
    • Atrial Fibrilasi (AF) adalah irama jantung yang tidak teratur (ireguler).
    • Dokter dapat mendiagnosis dengan memeriksa denyut nadi.
    • AF dapat didiagnosis dengan pemeriksaan ECG.
    • Apabila Anda menderita AF, dokter akan memberikan warfarin atau aspirin untuk mencegah stroke.
  3. Berhentilah merokok bila anda perokok.
  4. Bila anda peminum alkohol:
    • Minumlah dengan frekuensi yang kecil.
    • Mengurangi minum sampai dua gelas sehari dapat menurunkan risiko stroke.
    • Bila Anda minum alkohol lebih dari 3 gelas sehari akan melipatduakan risiko terkena stroke.

  1. Kenali kadar kolesterol darah Anda.
    • Kadar kolesterol yang tinggi meningkatkan risiko stroke.
    • Menurunkan kadar kolesterol dapat menurunkan risiko stroke.
    • Kolesterol tinggi dapat dikontrol dengan diet dan latihan.
    • Terkadang diperlukan obat untuk menurunkan kadar kolesterol yang tinggi.

  1. Bila Anda penderita diabetes.
    • Ikuti anjuran dokter untuk mengontrol diabetes Anda.
    • Seringkali diabetes dapat dikontrol dengan memperhatikan apa yang Anda makan.
    • Lakukan program nutrisi sesuai kebutuhan dan ubahlah cara hidup anda.
    • Dengan mengontrol diabetes, Anda mengurangi risiko terjadi stroke.

  1. Lakukan latihan sebagai bagian dari aktivitas harian Anda.
    • Berjalan selama 30 menit sehari dapat meningkatkan kesehatan dan menurunkan risiko stroke.
    • Cobalah berjalan bersama teman dan jadikan itu kebiasaan.
    • Apabila anda tidak suka berjalan, pilih bentuk latihan yang lain, seperti bersepeda, berenang, dansa, atau aerobik.

  1. Biasakan makan rendah garam dan lemak.
    • Dengan menurunkan kadar garam dan lemak pada diet, Anda dapat menurunkan tekanan darah dan risiko stroke.
    • Seimbangkan diet dengan buah-buahan, sayuran, dan kadar protein secukupnya setiap hari.
    • Tambahkan serat untuk diet kolesterol Anda.

  1. Lakukan pemeriksaan laboratorium secara rutin.
    • Dilakukan untuk mencegah adanya penyakit tertentu yang bisa menjadi penyebab/faktor risiko stroke.
    • Kadar HB, trombosit, penyakit pembuluh darah tepi, dan faktor pembekuan dapat menyebabkan stroke.

  1. Kenali Gejala Stroke.
    • Tiba-tiba merasa kesemutan atau lemah pada wajah, tangan atau kaki, terutama satu sisi dari tubuh.
    • Tiba tiba mengalami kesulitan berbicara atau tidak dapat mengerti pembicaraan.
    • Tiba-tiba mengalami gangguan penglihatan pada satu atau kedua mata.
    • Tiba-tiba mengalami kesulitan berjalan disertai rasa ingin jatuh, rasa pusing, dan gangguan keseimbangan.
    • Tiba-tiba sakit kepala berat tanpa penyebab yang jelas.
Menurut Yusak Siahaan penanganan stroke sangat bergantung pada waktu, sehingga apabila ada keluarga, teman, atau kita sendiri mengalami gejala-gejala di atas, sebaiknya segera dibawa ke RS terdekat, terutama yang memiliki sarana diagnostik stroke.
Sumber : Suara Pembaruan

Musik, Efektif Tingkatkan Daya Ingat

MUSIK menurut Aristoteles, mempunyai kemampuan mendamaikan hati yang gundah. Mendengarkan musik, menurutnya merupakan terapi rekreatif yang juga dapat menumbuhkan jiwa patriotisme. Sebagian orang menilai, jenis musik yang baik didengar itu hanya masalah selera. Namun di lain pihak berkeyakinan, bahwa musik mampu mempengaruhi emosi, fisik, mental, hingga spiritual seseorang.
Bagi sebagian orang tua mungkin menganggap bahwa musik itu bisa mengganggu proses belajar anak. Apalagi jika Sang Anak lebih senang menghafal lagu-lagu yang mereka dengarkan ketimbang harus menghafal rumus-rumus fisika. Tetapi taukah Anda ternyata musik justru mampu meningkatkan daya ingat?
Sebuah penelitian menyebutkan, musik mampu anak memberikan keuntungan dalam proses pembelajaran anak. Dalam beberapa penelitian yang dilakukan para ahli, terungkap musik juga bisa menjadi terapi meningkatkan daya ingat yang efektif.
Studi yang dilakukan Laurel Trainor, Profesor Psikologi, ilmu syaraf dan perilaku dari McMaster University, Hamilton, Ontario membuktikan, setelah setahun belajar musik, seorang anak akan meraih nilai lebih baik dalam tes daya ingat dibanding sesamanya yang tidak belajar musik. Tidak heran jika di sekolah-sekolah modern di Amerika dan Eropa, musik digunakan untuk meningkatkan prestasi akademik siswa.
Sedangkan di pusat rehabilitasi, terapi musik banyak digunakan untuk menangani masalah kepikunan dan kehilangan ingatan. Hal ini bisa terjadi karena bagian otak yang memproses musik terletak berdekatan dengan memori. Sehingga ketika seseorang melatih otak dengan terapi musik, maka secara otomatis memorinya juga ikut terlatih.
Dalam sebuah penelitian yang dilakukan Dr Felicity Baker, dosen senior dari Universitas Queensland (UQ) Sekolah Musik mengungkapkan, musik bahkan dapat membuktikan diri sebagai penyelamat bagi penderita demensia yang kehilangan kemampuan untuk berinteraksi dengan pasangan karena hilang ingatan.
Penelitian Institut Musik dan Fungsi Neurologi di AS juga telah membuktikan, bahwa jenis terapi musik sangat bermanfaat bagi para penderita alzheimer untuk tetap tenang dan membantu meningkatkan ingatan mereka. Bahkan di sebuah rumah sakit di Chicago, terapi musik digunakan untuk menenangkan kegelisahan orang tua akibat kenakalan anaknya.
Ini disebabkan musik memiliki beberapa kelebihan, yaitu karena musik bersifat nyaman, menenangkan, membuat rileks, berstruktur, dan universal. Sebagaimana sebuah musik, proses kehidupan kita sejatinya juga memiliki irama. Sebagai contoh, nafas kita, detak jantung, dan pulsasi semuanya berulang dan berirama.
(Diantika PW/CN27)

Menjadi Manula yang Sehat dan Energik

Usia senja identik dengan penurunan fungsi tubuh, pikiran pikun, tubuh membungkuk, sering batuk-batuk, belum lagi sering kali di usia senja dihantui oleh penyakit degeneratif, seperti stroke, demensia, sakit jantung, sakit ginjal, sakit tulang dan sendi.
Tidak semua yang berusia senja akan mengalami masalah diatas, bila tidak ingin mengalami gangguan di usia senja, haruslah dipersiapkan kebugaran fisik yang terperogram, hindarilah resiko penyakit. Bukan hanya masalah panjang usia namun yang terpenting adalah panjang usia yang sehat, bebas dari penyakit.
Penyakit akan mudah menjangkit bila fisik tidak bugar, maka di usia lanjut mutlak diperlukan kebugaran fisik dan pikiran. Lebih baik mencegah dari pada mengobati. Saat usia telah menua, bukan berarti kebiasaan hidup sehat pun terhenti. Selalu masukkan buah-buahan, sayuran dalam menu Anda sehari-hari agar kekuatan tubuh dan tulang tetap terjaga walau usia sudah tak lagi muda.
Beberapa tips usaha tetap bugar di usia lanjut  yang dapat dilakukan adalah :
- Terus aktifkan otak kita
Janganlah berhenti untuk belajar. Lakukanlah hal-hal baru yang membuat otak kita lebih kreatif. Bila dulu kita mempunyai hobi yang tertunda, mungkin inilah saat yang tepat kita mulai menata hobi kita kembali. Sesekali isilah teka teki silang, permainan puzzle, ataupun permainan yang dapat merangsang otak kita.
- Terus aktifkan tubuh kita
Otot yang tidak digunakan akan mengecil, namun otot yang sering digunakan akan tetap bugar. Begitu juga dengan sendi yang jarang digerakan akan menjadi kaku. Berapa pun usia kita, berolah ragalah. Berjalan atau berlari di pagi hari secara rutin akan memperbaiki kapasitas paru, memperbaiki sirkulasi sehingga oksigenasi ke seluruh jaringan tubuh  menjadi baik. Olahraga juga dapat menurunkan berat badan, mengurangi kadar kholesterol darah, mengurangi resiko jantung koroner  30-40% dan mengurangi resiko stroke 20%.
- Berilah tubuh kita makanan yang bergizi
Seperti juga dengan mobil kita, janganlah berharap mobil kita akan berjalan baik bila diberikan bensin yang tidak baik. Jadi berilah tubuh kita makanan yang bergizi. Berilah tubuh kita cukup vitamin dan mineral dan makanan gizi seimbang. Banyaklah makan buah dan sayuran segar.
- Bersosialisasi lah
Bersosialisasi dengan teman-teman seumur dapat memberikan keceriaan, saling memberikan semangat  satu sama lain. Ikutlah berbagai kegiatan sosial maupun kegiatan berkelompok  apapun. Dengan bersosialisasi otak kita akan terus aktif dan kita pun akan selalu bersemangat dalam menjalani usia senja.
- Mulailah hidup teratur dan cukupkan tidur kita
Saat usia bertambah, tatalah tubuh kita agar lebih teratur. Tidur dan bangun pada waktu yang sama. Cukupkanlah tidur kita. Saat tidur ,sel-sel tubuh beristirahat dan memperbaiki diri. Hindarilah minum banyak maupun minum yang manis saat sebelum tidur, agar tidak terbangun untuk buang air kecil. Matikanlah lampu utama, usahakan tidur di ruangan gelap atau redup. Otak kita akan tidur lebih baik saat cahaya redup. Persiapkan otak kita saat sebelum tidur. Ingatlah bahwa tidur adalah titik nol, lupakan masalah hari ini dan jangan kuatir hari esok. Rilekskan tubuh anda.
- Tinggalkan kebiasan buruk
Bila kita mempunyai kebiasaan buruk, inilah saat yang tepat untuk mengubah perilaku. Berhentilah merokok, berhentilah alkohol, kurangi makanan manis dan berlemak.
- Hindari Stres
Apapun masalah kita, apapun yang kita kerjakan, lakukanlah dengan senang hati. Lakukanlah semuanya dengan senyuman. Senyuman dan berpikir positif merupakan cara yang paling efektif  untuk menghindari stress
- Check up rutin
Pemeriksaan kesehatan rutin atau check up merupakan suatu keharusan, terutama apabila usia kita makin bertambah. Skrining ini berguna untuk pencegahan penyakit atau menemukan penyakit dalam stadium dini, agar pengobatannya bisa tuntas dan sembuh sempurna.
Tak hanya itu manula pun sebisa mungkin juga melakukan beberapa metode terapi agar tetap fresh dan bisa terlihat awet muda.
1. Relaksasi
Relaksasi adalah suatu jenis terapi untuk penanganan kegiatan mental dan menjauhkan tubuh dan pikiran dari rangsangan luar untuk mempersiapkan tercapainya hubungan yang lebih dalam dengan Pencipta. Teknik relaksasi ini dapat dicapai dengan metode hipnosis, meditasi yoga, dan bentuk latihan-latihan yang ada hubungan dengan penjajakan pikiran.
2. Meditasi
Metode ini dilakukan dengan 'menghilang dari tekanan dan gangguan kehidupan sehari-hari dan dengan demikian mampu menerima hal-hal lain seperti perasaan dan gagasan yang lebih dalam, produk pikiran tak sadar, kedamaian, dan kesadaran spiritual.
Meditasi cenderung menurunkan atau menormalkan tekanan darah, detak jantung, dan tingkat hormon stres dalam darah. Pendek kata, meditasi mengurangi keausan dan kerusakan, baik pada tubuh maupun pikiran, sambil menolong orang untuk hidup lebih baik serta lebih lama.
3. Visualisasi
Antropolog, Claude Levi Strauss mengamati sebagian besar pengobatan tradisional di seluruh dunia didasarkan pada manipulasi psikologis terhadap organ yang sakit dengan cara visualisasi yang sangat hidup yang dibawa ke dalam alam pikiran pasien.
Dalam sebuah studi yang dilaporkan dalam pada 1984, dr. Nicholas Hall dari George Washington Medical Center di Washington D.C , menemukan visualisasi meningkatkan jumlah sel darah putih yang beredar dan juga timosin alfa '1' yang berguna meningkatkan jumlah sel darah putih yang disebut sel 'T' helper.
Menggunakan teknik visualisasi gambaran atau imajinasi yang dilakukan harus dipilih oleh orang itu sendiri dimana gambaran ini harus merupakan gambaran yang dapat dilihat oleh orang itu di mata jasmaninya. Bayangan atau imajinasi ini harus merupakan bayangan yang dirasa betul-betul nyaman bagi si pasien.
Menyenangkan bukan, jika Anda dapat tetap bugar walau usia telah “senior”. Anda dapat bermain bersama cucu-cucu yang lincah tanpa khawatir akan diserang encok. Anda juga ingin terus dapat mengingat nama-nama cucu Anda dan tidak pikun.
(C!p1/CN34)

Pepaya bisa Mencegah Kanker?


REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Beberapa buah buahan dikenal memiliki banyak manfaat, sehingga mereka disebut buah super. Kini ada satu buah yang lebih super dan dikenal berguna untuk mencegah kanker, yaitu buah Pepaya.
Pepaya adalah salah satu buah yang mengandung lycophene, yang dikenal sebagai zat yang sangat efektif dalam mencegah dan memerangi penyebaran sel kanker.
Seperti dikutip dari Menshealth, penelitian baru- baru ini menemukan bahwa lycophene menstimulasi tingkat dari sel pertahanan di dalam tubuh untuk melawan kanker. Hal ini bisa mencegah kerusakan DNA dan menghambat penyebaran kanker.
Para peneliti dari dari universitas Florida menemukan bahwa Pepaya efektif sebagai agen anti kanker untuk melawan jenis kanker seperti rahim, payudara, hati, paru-paru dan pankreas. Hasil dari penelitian itu dipublikasikan dalam jurnal Ethnopharmacology.
Hal ini diketahui setelah para peneliti mengadakan pengujian menggunakan teh yang dibuat dari ekstrak daun pepaya kering. Buah itu dikenal bisa meningkatkan zat kimia yang mengatur sistem kekebalan tubuh.
Dr Nam Dang dari Universitas Florida mengatakan bahwa ekstra pepaya yang diuji di laboratorium ini tak memiliki efek samping beracun terhadap sel yang normal. Sehingga kemungkinannya ia bisa digunakan sebagai obat alternatif. Penelitian lanjutan masih diperlukan untuk menentukan efek yang dihasilkannya jika ia masuk kedalam tubuh.
Dalam hal kandungan lycophene, ternyata Pepaya juga memiliki kandungan lain berupa sumber vitamin C, potasium dan asam folat yang membuatnya menjadi buah yang sangat menyehatkan.
Buah buahan lainnya dan sayuran yang mengandung lycophene yang cukup baik adalah tomat, semangka, anggur, dan secara umum makanan yang mengandung lycophene memiliki daging yang penuh warna

Kurma, Si Manis yang Berkhasiat

Siapa yang tak kenal dengan buah kurma. Buah yang berasal dari daerah Arab ini banyak dijumpai terutama saat bulan ramadan banyak mengandung manfaat bagi kesehatan. Bagi sebagian umat muslim, kurma merupakan salah satu buah yang penting untuk dikonsumsi saat berbuka puasa. Selain rasanya manis alami, buah ini juga memiliki kandungan protein serta serat tinggi.
Kurma adalah sejenis tumbuhan (Palma) atau dikenal dalam bahasa saintifiknya sebagai Phonex dactylifera yang berbuah dan boleh dimakan baik yang masak atau yang mentah. Kebanyakan pohon kurma tumbuh di negara-negara Arab dan mempunyai berbagai-bagai jenis.
Kurma memiliki daftar panjang kandungan nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh. Kurma matang mengandung gula sekitar 80 persen, sisanya terdiri dari protein, lemak dan produk mineral termasuk tembaga, besi, magnesium dan asam folat.
Kurma kaya dengan serat dan merupakan sumber kalium yang sangat baik. Lima butir kurma (sekitar 45 gram) mengandung sekitar 115 kalori, hampir semuanya dari karbohidrat.
Menurut pakar penyakit darah tinggi dari Minnesota University, Dr. Louis Tobian Jr, kurma dapat menurunkan tekanan darah serta bisa memberi kekuatan tambahan untuk mencegah stroke secara langsung, bagaimanapun kondisi tekanan darah seseorang.
Keunggulan lainnya, kurma mengandung berbagai vitamin penting, seperti vitamin A dan riboflavin dalam jumlah yang cukup, serta niasin dan kalium dalam jumlah yang banyak. Selain itu, buah ini juga memuat zat besi, vitamin B1, serta asam nikotinat yang berfungsi membantu melepaskan energi dan menjaga kulit serta syaraf agar tetap sehat.
Beberapa khasiat kurma lainnya seperti menjaga kesehatan jantung dan menyembuhkan batuk apabila dikonsumsi dalam bentuk jus karena zat gula yang terkandung di dalamnya mampu menghilangkan gatal-gatal di tenggorokan sekaligus menghentikan batuk.

*Dari berbagai sumber
(Gesti/CN26)